Togel Online
Agen Judi Bola Online Terbesar
Casino Online
 Slot Kosong
 Slot Kosong
Agen Bola Terpercaya Agen Bola Terpercaya
Space Iklan
Space Iklan

Pada saat perayaan Waisak kemarin, ratusan lampion diterbangkan di Candi Borobudur. Suasana syahdu dan pengalaman religius ini tak akan terlupakan.

Lampion identik dengan light of peace and hope. Pelepesan lampion itu sendiri bagi umat Buddha memiliki makna melepaskan segala hal negatif dalam diri kita dan digantikan dengan kesucian untuk selalu berbuat kebaikan.

Ini merupakan pengalaman pertama saya mengikuti acara keagamaan umat Buddha secara langsung. Sungguh beruntung dan takkan bisa terlupakan bisa ikut berpartisipasi dalam festival pelepasan lampion yang dilaksanakan sehari sebelum Waisak ini. Setidaknya kalian harus mengikuti satu kali dalam seumur hidup kalian karena pengalaman yang kalian dapat sangat berharga!

Cerita ini berawal dari ajakan seorang teman saya untuk mengikuti festival pelepasan lampion di Candi Borobudur. Pada mulanya saya tidak mempunyai gambaran mengenai acara ini, namun setelah browsing di internet dan mempunyai sedikit gambaran mengenai acara ini akhirnya saya tertarik dan memutuskan untuk mengikuti acara yang dilaksanakan sehari sebelum hari raya Waisak ini.

Persiapan pertama yang saya lakukan adalah memesan tiket kereta api, hotel dan jasa tour untuk mengikuti acara ini. Saya menggunakan jasa tour dikarenakan tiket pelepasan lampion ini hanya di jual di Candi Mendut, sehingga tidak memungkinkan saya untuk membeli tiket langsung on the spot karena saya bekerja di Gresik. Selain itu, menurut informasi dari internet apabila kita ingin membeli tiket di Candi Mendut harus datang sebelum siang hari, jika tidak kemungkinan besar tiket akan habis terjual.

Awal perjalanan saya dimulai dari stasiun Gubeng, Surabaya menuju stasiun Lempuyangan, Yogyakarta. Saya bersama 6 teman saya memilih jadwal keberangkatan pukul 08.10 WIB dan sampai di Yogyakarta pukul 13.55 WIB. Setiba di stasiun Lempuyangan kami langsung menuju ke hotel tempat kami menginap di daerah Malioboro. Selama di hotel kami istirahat sejenak dan mandi dikarenakan jadwal tour kami dimulai pukul 16.00 – 00.00 WIB.

Akhirnya kami tiba di Candi Borobudur sekitar pukul 19.00 WIB dan langsung menuju ke halaman candi. Selama perjalanan menuju Candi Borobudur, kita akan diberi kertas wish yang nantinya akan ditempelkan pada lampion. Ternyata perayaan ini banyak dihadiri oleh masyarakat yang berasal dari luar kota, daerah maupun luar negeri. Tidak hanya kaum Buddhist saja, melainkan kaum Kristiani maupun Muslim turut serta berpartisipasi dalam acara keagamaan Buddha ini.

Sebelum masuk ke acara pelepasan lampion ini, kita akan diajak bermeditasi oleh Banthe atau Bhiksu agar makna pelepasan lampion ini dapat kita resapi yaitu Light of Peace. Banthe mengajak kita untuk menciptakan perdamaian di dunia melalui meditasi dikarenakan melalui meditasi kita bisa menemukan ketenangan dan kedamaian dalam diri kita. Banthe berkata “Perdamaian adalah untuk setiap umat di dunia!

Setelah bermeditasi akhirnya acara pelepasan lampion dimulai. Panitia meminta perserta untuk membentuk grup yang berisikan 4-5 orang. Kemudian panitia membagikan lampion tersebut ke masing-masing grup. Kemudian kita kembangkan kertas lampion, tempelkan wish dan nyalakan obor lampion kita. Kesan pertama saya melepas lampion ini adalah susah susah gampang karena kita harus menunggu lampion kita mengembang dan mengeras agar lampion dapat terbang dengan sempurna.

Melihat ribuan lampion dilepas bersama-sama di bawah candi yang merupakan warisan UNESCO ini membuat saya kagum dan bangga bisa berpartisipasi dalam festival umat Buddha ini. Sungguh potret dan momen langka yang takkan bisa terlupakan. Cahaya api dalam lampion yang terbang ke langit malam seperti melihat kumpulan bintang yang bersinar terang dari jarak dekat. Antusiasme pelepasan lampion ini diikuti oleh tepuk tangan meriah dari para peserta.

Malam semakin larut dan serangkaian acara Waisak pun terus berlangsung hingga pagi hari. Namun, setelah acara pelepasan lampion ini berakhir saya dan teman-teman pun kembali pulang ke hotel untuk beristirahat karena jadwal tour kami hanya sampai acara pelepasan lampion saja. Oh ya sekadar advise saja bagi kalian yang ingin mengikuti acara ini harap mengenakan baju putih dan pakaian yang sopan karena sudah ada rule nya.

Akhir kata, saya dan 6 teman saya begitu berkesan dan bangga bisa mengikuti khidmat nya acara pelepasan lampion di Candi Borobudur ini. Kami berharap bisa berpartisipasi kembali dalam acara ini tahun depan. Saya berharap apa yang saya tulis dapat terkabul dalam waktu dekat. Damai selalu Indonesiaku.